Budidaya jamur tiram saat ini mulai
banyak dilirik para pelaku usaha/bisnis baik yang berskala kecil sekedar untuk
tambah-tambah penghasilan maupun yang berskala besar sebagai industri budidaya
jamur tiram. Seiring dengan semakin banyaknya pelaku usaha/bisnis yang terjun,
secara tidak langsung juga menimbulkan permasalahan baru dari mengenai limbah
budidaya jamur tiram, terutama limbah baglog jamur tiram yang sudah habis masa
tanamnya.
Sepertinya terjadi permasalahan yang
berulang mengenai limbah, padahal budidaya jamur sebenarnya memanfaatkan limbah
serbuk gergaji tapi setelah limbah tersebut termanfaatkan muncul limbah baru
lagi.
Maka dalam posting kali ini saya
mencoba untuk memberikan sedikit solusi pemanfaatan limbah jamur tiram terutama
pemanfaatan limbah baglog-nya.
Pemanfaatan limbah baglog jamur tiram :
1. Didaur ulang lagi sebagai media baglog.
Baglog yang sudah
selesai/habis pakai masa tanamnya bisa dipakai lagi untuk pembuatan baglog baru meskipun hasil produksi
jamur dari baglog tersebut nantinya
akan sedikit berkurang (hanya mencapai sekitar 80 %nya) dibanding bila
menggunakan serbuk gergaji baru. Tapi dapat mengurangi pembelian serbuk
gergaji.